FILOSOFI BATIK DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: PUTRI URFANNY AJAK MAHASISWI ITENAS ‘MELUKIS’ KISAH HIDUP MANDIRI
ITENICE KARTINI'S DAY, HARI KARTINI, FILOSOFI BATIK, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, SHIBOTIK, BATIK KOMAR
Filosofi Batik dan Pemberdayaan Perempuan: Putri Urfanny Ajak Mahasiswi Itenas ‘Melukis’ Kisah Hidup Mandiri
Bandung, 21 April 2026 – Melanjutkan semarak peringatan Hari Kartini, Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menggelar sesi kedua dari rangkaian "Itenice Kartini's Day 2026 Seminar Series". Seminar bertajuk “Wanita Inspirasi” ini menghadirkan sosok kreatif di balik industri wastra nasional, Putri Urfanny N, S.Ds., MA., yang menjabat sebagai Creative Director Batik Komar serta Founder & Creative Director Shibotik.
Bertempat di Gedung Rektorat Lantai 3, Putri Urfanny membagikan perspektif mendalam mengenai peran ganda perempuan modern dan filosofi kehidupan yang terkandung dalam selembar kain batik. Sebagai seorang profesional sekaligus ibu, ia menekankan pentingnya ketangguhan mental dan kemampuan adaptasi bagi perempuan masa kini.
"Menjadi ibu itu harus bisa multitasking. Kita dituntut untuk terus belajar, mengeksplorasi diri, dan berkarya karena sebagai perempuan, kita harus berdaya," ungkap Putri di hadapan para mahasiswi dan civitas akademika Itenas.
Dalam sesi tersebut, Putri juga membedah makna filosofis batik yang sangat lekat dengan identitas bangsa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa batik bukan sekadar motif kain, melainkan saksi bisu dari setiap fase penting kehidupan manusia. "Batik itu sangat filosofis karena menyimpan perjalanan hidup manusia; mulai dari lahir, belajar berjalan, masa dewasa, momen pernikahan, hingga meninggal dunia, kita senantiasa menggunakan batik," tuturnya.
Lebih lanjut, ia memberikan pesan mendalam mengenai proses perjuangan hidup yang seringkali terasa berat dan tidak instan. Putri menganalogikan perjalanan manusia layaknya proses pembuatan batik yang membutuhkan ketelitian, waktu, dan kesabaran ekstra untuk mencapai hasil akhir yang memukau.
"Hidup adalah sebuah proses. Terkadang tidak cepat, tidak rapi, dan bahkan terasa berantakan. Namun, jika kita menjalaninya dengan niat dan keberanian, semua itu pada akhirnya akan menghasilkan keindahan," papar Putri penuh semangat.
Menutup sesinya, ia memberikan motivasi kuat bagi para mahasiswi Itenas untuk berani mengambil kendali atas masa depan mereka sendiri. "Ingatlah bahwa kita semua adalah kain kosong. Kita memiliki kuasa penuh untuk melukis kisah kita sendiri dan menjadikannya sebuah mahakarya yang unik," pungkasnya.
Penyelenggaraan seminar ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswi Itenas untuk tidak hanya unggul dalam bidang teknik dan desain, tetapi juga memiliki kedalaman karakter serta keberanian untuk berkarya di bidang apapun yang mereka tekuni. (Humas)